Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Friday, May 11, 2012

Proses Membaca dan Hubungannya dengan Proses Berpikir


            Membaca biasanya dipergunakan sebagai langkah awal untuk memahami text yang dibaca. Sekarang, film dan televisi menantang kemampuan membaca untuk ditempatkan pada tempat yang istimewa dalam kehidupan para orang tua. Di sekolah, bagaimanapun, membaca mulai kehilangan fungsi utamanya sebagai alat manakala guru dan murid telah melibatkan diri dalam kesusastraan. Bagimana para murid membaca, tiada lain bergantung pada perhatian yang diberikan para guru sewaktu berkesusastraan. Kira-kira lima belas tahun yang lalu, para peneliti diguncangkan oleh perkembanganperkembangan pandangan dalam bidang psikologi kognitif dan temuan-temuan dalam pemerolehan bahasa, para peneliti dibidang “membaca” mengalihkan perhatian mereka dari pemerolehan hasil suatu instruksional membaca ke aktivitas membaca itu sendiri.
            Mereka mempertanyakan bagaimana para pembaca dari berbagai tingkatan mampu menyimak/memahami berbagai jenis sumber wacana. Jawaban-jawaban atas pertanyaan yang diberikan pembaca menjadi kurang begitu penting dibandingkan dengan bagaimana proses memperoleh atau mendapatkan jawaban-jawaban itu. Beberapa jawaban yang diberikan pembaca, khususnya jawaban-jawaban yang diluar dugaan atau perkiraan, telah memicu para peneliti untuk segera bertindak atau melangkah lebih jauh dalam kegiatan penelitiannya, atau mencocokkan dengan hasil-hasil penelitian atau teori-teori yang berhubungan denga hal-hal apa yang terjadi sewaktu para pembaca memahami pesan tertulis.

            Penelitian model baru dalam membaca ini, pelik/teliti dan mahal, bahkan lebih menyerupai penelitian yang dilakukan oleh case studi jika dibandingkan denganpenelitian yang menggunakan “statistik” sebagai pembuktiannya. Kenyataannya, banyak sekali hal-hal yang harus terjadi sewaktu seseorang berkosentrasi melakukan aktivitas membaca. Sekalipun demikian, tanpa harus berpihak, pengamatan peneliti dalam proses membaca telah mampu menyegarkan pemahaman para guru tentang bagaimana para murid membaca kesusastraan khususnya yang berkaitan pengambilan kesimpulan dan penguatan intuisi dari pengalaman mereka sendiri dan dari pengetahuan mereka yang berkaitan dengan teori kesusastraan.
            Para guru kesusastraan mengemukakan bahwa penelitian model baru dalam membaca banyak memberikan sumbangan pemikiran kepada mereka selama mereka mau memanfaatkan hasil-hasil temuannya. Pada saat yang bersamaan, saran titik penekanan, keragaman, perubahan petunjuk/perintah dalam kegiatan membaca merupakan salah satu ciri pembaharuan dan penyegaran. Jika tidak hal ini dianggap sebagai suatu yang mengejutkan, kendati para peneliti membaca dan para guru kesusastraan jarang meggunakan gagasan secara keseluruhan, tapi mereka telah menunjukkan keragaman.
            Sebagai contoh, sewaktu pengajar membaca membicarakan tentang “urutan pandangan umum”. Para guru kesusastraan kemungkinan akan membeicarakan “keterkaitan dari masing-masing bagian seting”, atau “unsur imaginasi”. Dimana kedua hal itu akan diarahkan untuk membantu murid pada apa yang telah mereka ketahui (pengetahuan bawaan) yang dihubungkan pada bahan bacaan baru. Sebagai peneliti membaca banyak mempelajari tentang bagaimana para pembaca menyimak, mereka akan lebih menyadari, juga bagaimana penulis membagi aktivitas membaca, dan para peneliti mempertanyakan “bagaimana pertimbangan pembaca terhadap text. Sekarang para guru juga, menjadi lebih berhati-hati dalam menyatakan bagaimana kemampuan membaca si Joni.
            Membaca tentang apa, dan kondisi-kondisi apa yang mempengaruhinya. Oleh karenanya para peneliti telah menambahkan bagian “konteks” untuk mempelajari para pembaca dan text. Dalam kelas, sekolah, komunitas, dan ragam interaksi apa para siswa belajar? Bagaimana para guru memberikan seruan, petunjuk, pengecualian yang mempengaruhi bagaimana para pembaca menyimak? Dalam bab ini, akan dibicarakan tiga masalah yang menjadi objek penelitian membaca, yaitu: pembaca, text dan konteks. Disini tidak akan menyajikan ulang tentang hasil penelitian, namun beberapa kutipan akan berhasil dipilih dan dianggap layak. Di samping itu kami akan menyajikan dasar-dasar umum penelitian, yang secara luas banyak dipergunakan para pelajar dalam membaca pada dekade ini, yang mana hal itu berpengaruh pada bagaimana kita mengajarkan kesusastraan.  
 Download Isi Lengkap  dari Makalah Ini :  
 


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment