Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Friday, May 11, 2012

Pembelajaran Membaca : Hakikat Membaca


A. HAKIKAT MEMBACA
            Pada hakikatnya, aktivitas membaca terdiri dari dua bagian, yaitu membaca sebagai proses dan membaca sebagai produk. Membaca sebagai proses mengacu pada aktivitas fisik dan mental. Sedangkan membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan pada saat membaca. Proses membaca sangat kompleks dan rumit karena melibatkan beberapa aktivitas, baik berupa kegiatan fisik maupun kegiatan mental. Proses membaca terdiri dari beberapa aspek.
            Aspek - aspek tersebut (1) aspek sensori, yaitu kemampuan untuk memahami simbol - simbol tertulis, (2) aspek perseptual, yaitu kemampuan untuk menginterpretasikan apa yang dilihat sebagai simbol, (3) aspek skemata, yaitu kemampuan menghubungkan informasi tertulis dengan struktur pengetahuan yang telah ada, (4) aspek berpikir, yaitu kemampuan membuat inferensi dan evaluasi dari materi yang dipelajari, dan (5) aspek afektif, yaitu aspek yang berkenaan dengan minat pembaca yang berpengalaman terhadap kegiatan membaca.
            Interaksi antara kelima aspek tersebut secara harmonis akan menghasilkan pemahaman membaca yang baik, yakni terciptanya komunikasi yang baik antara penulis dengan pembaca. Membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan yang terpadu mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkannya dengan bunyi serta maknanya, dan menarik kesimpulan mengenai maksud bacaan.

            Pada waktu membaca mata mengenali kata, sementara pikiran menghubungkan dengan maknanya. Makna kata dihubungkan satu sama lain menjadi makna frase, klausa, kalimat dan akhirnya makna seluruh bacaan. Pemahaman akan makna bacaan ini tidak mungkin terjadi tanpa pengetahuan yang telah dimiliki dahulu, misalnya tentang konsep-konsep yang terdapat di dalam bacaan, tentang bentuk kata-kata, struktur kalimat, ungkapan, dan sebagainya. Dengan singkat pada waktu membaca, pikiran sekaligus memproses informasi grafonik yang menyangkut hubungan antara tulisan dengan bunyi bahasa, informasi sintaksis yaitu yang berhubungan dengan struktur kalimat serta informasi semantik yang menyangkut aspek makna.
            Informasi grafonik hanya dapat diperoleh bila seseorang telah mampu mengenali huruf sebagai lambing bunyi bahasa dalam kaitannya dengan kata dan kalimat. Di SD kemampuan itu dikembangkan melalui kegiatan membaca permulaan. Dalam kegiatan itu siswa belajar menyuarakan huruf, membaca kata-kata dalam kalimat/wacana dengan lafal dan intonasi yang tepat. Informasi semantik berhubungan erat dengan pengalaman individu.
            Kalimat “Pagi-pagi ia pergi berbelanja ke pasar” misalnya, akan mengingatkan pembaca pada keadaan pasar seperti yang pernah dikenal. Ini berarti bahwa makna suatu bacaan akan ditafsirkan oleh pembaca menurut latar belakang pengetahuan serta pengalamannya masing-masing. Perbedaan latar belakang seperti itulah yang sering kali menimbulkan salah paham. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa membaca merupakan proses penerjemahan tandatanda dan lambing-lambang ke dalam maknanya serta pemanduan makna baru ke dalam system kognitif dan afektif yang telah dimiliki pembaca.  



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment