Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, May 10, 2012

Kesiapan Membaca Permulaan : Konsep Kesiapan Membaca

A. Konsep Kesiapan Membaca
Periode prereading sangat panjang mulai dari lahir sampai saat seorang anak diajarkan  untk mengenali dan membaca kata-kata. Selama periode inni anak belajar untuk memahami dan  mengucapkan kata-kata, mengikuti arah cerita, mempelajari dan menginterpretasi gambar, dan  sebagainya. Minat dan kemampuan membaca siswa tumbuh secara bertahap dampai anak  mencapai tahap kesiapan untuk membaca pada awal pembelajaran.  Konsep modern berpendapat bahwa kesiapan terdiri atas berbagai faktor, tidak hanya faktor  fisik dan kematangan saja, tetapi faktor tingkat pengetahuan. Kesiapan dalam membaca berfokus  pada kesiapan membaca awal meskipun pada dasarnya kesiapan sangatlah penting di semua  tingkatan.
Mengembangkan kesiapan membaca pada setiap jenjang merupakan tugas penting  guru.  Konsep umum “kesiapan “adalah beberapa hal yang harus diupayakan dan dikuasai sebelum  hal lain ditangani. Belajar membaca sebagai suatu kegiatan juga melibatkan penguasaan  keterampilan tertentu. Secara umum konsep kesiapan membaca diterima sekalipun persepsi  tentang kesiapan membaca berbeda-beda dan meluas. Perbedaan pandangan tersebut terutama  disebabkan kerumitan membaca itu sendiri. 

Terlepas dari interprestasi yang berbeda mengenai kesiapan membaca, yang perlu dipikirkan  adalah bagaimana agar anak-anak mencapai posisi siap membaca jika mereka ternyata tidak  menunjukkan kesiapan membaca.Pertanyaan yang dapat diajukan adalah, “Aspek membaca  apakah yang siap pada anak ini ?” bukan, “Apakah anak ini siap memulai belajar keterampilan  pengenalan kata ?” Secara luas, kesiapan membaca bukan hanya masalah untuk suatu usia atau  tingkat kelas, namun untuk semua usia dan tingkat  Ada sejumlah keterampilan yang menjadi prasyarat untuk pengajaran membaca formal.  Prasyarat yang dimaksud meliputi :pengalaman dasar, perkembangan kognitif, perkebmangan  bahasa, kesadaran metalinguistik, minat dan sikap, deskriminasi visual dan auditori, serta  kemampuan orientasi arahan.  


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment