Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Tuesday, May 8, 2012

Pengertian Morfologi


Drs. H. Basuni Racman, S.P.d.,M.Pd.

Morfologi dalam bahasa Indonesia dapat dipakai istilah morfologis atau morfemis, yaitu termasuk dalam bidang yang membahas morfem-morfem bahasa. Menurut Tarigan (1995: 4-5) morfologi dapat dibagi menjadi dua tipe analisis, yaitu: (1) morfologi sinkronik, dan (2) morfologi diakronik.
            Morfologi sinkronik menelaah morfem-morfem bahasa dalam satu cakupan waktu tertentu, baik waktu lampau ataupun waktu kini. Pada hakekatnya, morfologi sinkronik adalah suatu analisis linier, yang mempertanyakan apa-apa yang merupakan komponen leksikal dan komponen sintaktik kata-kata, dan bagaimana caranya komponen-komponen tersebut menambahkan, mengurangi, atau mengatur kembali dirinya di dalam berbagai ragam konteks. Morfologi sinkronik tidak ada sangkut-pautnya atau tidak menaruh perhatian pada sejarah atau asal-usul kata dalam bahasa. Yang menjadi garapan morfologi sinkronik adalah:
(1) morfem leksikal dan morfem sintaktik,
(2) morpem bebas dan morfem terikat, dan
(3) morfem dasar dan morfem imbuhan.

            Setiap orang yang menaruh perhatian besar terhadap kata dan morfem beserta maknanya,  mau tak mau harus menelusuri masalah sinkronik dan diakronik. Namun demikian kajian pada  bahan belajar ini akan dibatasi pada morfologi sinkronik saja. 
Morfologi (atau tata bentuk, Inggr. Morphology) adalah bidang linguistik yang mempelajari  susunan bagian-bagian kata secara gramatikal ( Verhaar, J.W.M., 1983: 52). Ramlan (1983: 16-  17) mengemukakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan selukbeluk  bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti  kata; atau morfologi mempelajari seluk beluk bentuk kata serta fungsinya perubahan-perubahan  bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.  Dari pengertian morfologi di atas dapat diambil satu contoh analisis morfologis bentuk ajar  yang dapat menghasilkan banyak kata lain yang golongan (kategori) dan arti katanya berbeda,  seperti: belajar, pelajar, pelajaran, pengajar, pengajaran, mengajar, mengajarkan, mengajari,  mempelajari, diajar, diajarnya, diajarkan, diajari, kauajar, dst. Coba diskusikan dengan teman  Anda! Apa golongan kata di atas, dan apa artinya?  
            Dari pengertian morfologi yang dikemukakan Ramlan di atas dapat disebutkan bahwa objek  yang lazim disebut morfologi itu adalah pembentukan kata, pengaruh pembentukan kata terhadap  golongan kata, dan pengaruh pembentukan kata terhadap arti kata.  Dalam pembentukan kata, Anda harus mengingat-ingat kembali tentang bentuk asal dan  bentuk dasar, berbagai imbuhan atau afiks, kata ulang, dan kata majemuk. 

Perhatikan kalimatkalimat  di bawah:  
1. Ia lari cepat.
2. Anak itu berlari-lari.
3. Baju itu bagus.
4. Ia berbaju biru.
5. Anak itu menjalani operasi plastik.

Kalimat pertama terdiri dari atas kata yang masing-masing satu morfem, yaitu:
ia, satu morfem,
lari, satu morfem,
cepat, satu morfem.

Kalimat kedua terdiri atas tiga kata, yaitu:
anak, satu morfem,
itu, satu morfem,
berlari-lari, tiga morfem yang tebentuk dari:
ber-, satu morfem sebagai morfem afiks,
berlari, satu morfem sebagai bentuk dasar dari berlari-lari, dan
lari yang kedua, satu morfem sebagai morfem ulang.

Kalimat ketiga terdiri atas tiga kata yang masing-masing satu morfem, yaitu:
baju, satu morfem,
itu, satu morfem, dan
bagus, satu morfem.

Kalimat keempat terdiri atas tiga kata, yaitu:
ia, satu morfem,
berbaju, dua morfem, adalah:
ber-, satu morfem, sebagai morfem afiks
baju, satu morfem sebagai bentuk asal
biru, satu morfem

Kalimat kelima terdiri atas empat kata, yaitu:
anak, satu morfem,
itu, satu morfem,
menjalani, tiga morfem, yang terbentuk dari:
meN-, satu morfem sebagai morfem afiks,
jalan, satu morfem sebagai morfem bentuk asal, dan
-i, satu morfem sebagai morfem afiks.
operasi plastik, dua morfem, adalah:
operasi, satu morpem,


            Jika Anda memperhatikan bentuk kata baju pada kalimat Baju itu bagus, dengan kata  berbaju pada kalimat Ia berbaju biru. Golongan kata baju termasuk kata nominal (kata benda),  sedangkan kata berbaju termasuk kata verbal (kata kerja). Perubahan golongan kata ini  disebabkan adanya perubahan bentuk kata.  Di bidang arti, kata-kata lari, berlari, dan berlari-lari semuanya mempunyai arti yang  berbeda-beda. Begitu juga kata-kata buah, berbuah, buah-buahan, dan buah tangan memiliki  arti yang berbeda. Hal ini disebabkan dari perubahan bentuk kata.    





Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment