Referensi Skripsi Terbaru | Download Skripsi Gratis

Mega Paket CD Interaktif

Jasa Pembuatan Skripsi

Jasa Pembuatan Skripsi
Jasa Pembuatan Skripsi

Thursday, May 10, 2012

Ilmu Semantik : Pengertian Semantik


            Semantik sebagai istilah di dalam ilmu bahasa mempunyai pengertian tertentu.  Menurut Aminuddin (1998), Semantik yang semula berasal dari bahasa Yunani,  mengandung makna to signift atau memaknai. Sebagai istilah teknis, semantik  mengandung pengertian “studi tentang makna”. Dengan anggapan bahwa makna menjadi  bagian dari bahasa, maka semantik merupakan bagian dari linguistik.  Semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani sema (kata benda)  yang berarti tanda atau lambang. Kata kerjanya adalah seamino yang berarti menandai  atau melambangkan. Yang dimaksud tanda atau lambang di sini adalah tanda-tanda  linguistik yang terdiri atas (1) komponen yang menggantikan, yang berwujud bunyi  bahasa dan (2) komponen yang diartikan atau makna dari komopnen pertama.
            Kedua  komponen ini adalah tanda atau lambang, sedangkan yang ditandai atau dilambangkan  adalah sesuatu yang berada di luar bahasa, atau yang lazim disebut sebagai  referent/acuan/hal yang ditunjuk. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa  ilmu Semantik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik  dengan hal-hal yang ditandainya.

            Semantik adalah ilmu tentang makna atau arti.  Mengenai semantik Verhaar (1999: 385) mengemukakan bahwa semantik adalah  cabang linguistik yang meneliti arti atau makna yang terbagi lagi menjadi semantik  gramatikal dan semantik leksikal. Istilah semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari  bahasa Inggris semantics, yang asalnya dari bahasa Yunani, asal kata sema (nomina)  yang berarti ‘tanda’; atau samaino (verba) yang berarti ‘menandai’ atau ‘berarti’. Istilah semantik digunakan para ahli bahasa untuk menyebut salah satu cabang ilmu bahasa  yang bergerak pada tataran makna atau ilmu bahasa yang mempelajari makna. Semantik  merupakan salah satu tataran ilmu bahasa dari tiga tataran ilmu bahasa yang lainnya,  yaitu fonologi dan tata bahasa (morfologi dan sintaksis). 
            Kridalaksana (1993: 193-194) memberikan pengertian semantik sebagai (1) bagian  struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur  makna suatu wicara; (2) sistem dan penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa  atau bahasa pada umumnya. Sementara itu, Keraf (1982) mengemukakan bahwa  semantik adalah bagian dari tatabahasa yang meneliti makna dalam bahasa tertentu,  mencari asal mula dan perkembangan dari arti suatu kata. Sedangkan Harimurti (1982)  mengemukakan bahwa, semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang membahas  makna suatu ungkapan atau kata atau cabang ilmu bahasa yang mengkaji antara  lambang dan referennya, misalnya kata kata kursi bereferen dengan “sebuah benda yang  fungsinya dipakai duduk dengan kaki terdiri atas empat” Berdasarkan pengertian di atas,  semantik pada dasarnya merupakan salah satu cabang lingustik yang mengkaji terjadinya  berbagai kemungkinan makna suatu kata dan pengembangannya seiring dengan  terjadinya perubahan dalam masyarakat bahasa. 
  


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment